Teman-teman pasti tidak asing dengan teka-teki dibawah ini? Teka-teki ini dibuat oleh Albert Einstein pada abad ke-19, yang menyatakan bahwa 98% dari penduduk dunia tidak mampu memecahkan teka-teki ini. Apakah teman-teman termasuk kedalam yang 2% yang mampu memecahkannya?
Nah, sekarang kita akan coba bahas teka-teki ini, Siap?
Silahkan Pahami pertanyaan soal dibawah ini:
Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda. setiap rumah dihuni oleh satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda. Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu, mendengarkan satu jenis musik tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu.
Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang meminum minuman yang sama, mendengarkan jenis musik yang sama dan memelihara hewan yang sama pula seperti penghuni lainnya.
Pertanyaan:
Siapakah yang memelihara ikan? Bagaimana susunan lengkapnya (kewarganegaraan, warna rumah, minuman, musik dan hewan peliharaan) kelima pria tersebut?
Petunjuk:
1. Orang Inggris tinggal dalam rumah berwarna merah
2. Orang Swedia memelihara anjing
3. Orang Denmark senang minum teh
4. Rumah berwarna hijau terletak tepat di sebelah kiri rumah berwarna putih
5. Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi
6. Orang yang mendengarkan musik Jazz memelihara burung
7. Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu
8. Penghuni rumah berwarna kuning senang mendengarkan musik jenis pop
9. Orang Norwegia tinggal di rumah pertama
10. Orang yang mendengarkan musik jenis klasik tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing.
11. Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang mendengarkan musik pop
12. Orang yang mendengarkan musik rock senang minum coklat
13. Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia
14. Orang Jerman senang mendengarkan musik hip hop
15. Orang yang mendengarkan musik klasik bertetangga dengan orang yang minum air
Solusi:
Pertama dari kondisi nomor 9 orang norwegia tinggal di rumah pertama, dan dari no 14 sampingnya rumah biru dan nomor 8 rumah tengah minum susu kita buat kondisi awal sebagai berikut.
Selanjutnya nomor 4 dan 5 rumah hijau di kiri rumah putih dan rumah hijau minum kopi, berarti butuh dua slot warna kosong dengan slot kiri minumannya kosong, pasang saja di tempat yang bisa seperti ini
Dari nomor 1 diberitakan bahwa orang inggris rumahnya merah. Yang negara dan warnanya masih kosong ya di tengah. Lalu dari nomor 7 rumah kuning menghisap dunhill, yang belum dicat hanya rumah orang norwegia, sok atuh. Lalu di nomor 11 dimana disamping perokok dunhill ada pemelihara kuda
Sekarang agak sedikit rumit, masih ada swedia, denmark, dan jerman. Si swedia pelihara anjing, si denmark minum the dan jerman merokok prince. Apa yang akan kita lakukan?? kita lihat di nomor 12 perokok blue master minum bir, dan yang slot rokok dan minumnya kosong hanya swedia, maka orang swedia minum bir, merokok blu master dan memelihara anjing, otomatis yang ketiga slot ini masih kosong hanya di paling ujung yaitu rumah putih
Selanjutnya tidak terlalu sulit, orang denmark minum the, bukan kopi jadi dia tinggal di rumah biru dan memelihara kuda. Sementara orang jerman merokok Prince, yang masih kosong hanya peminum kopi di rumah hijau.
Langkah mudah selanjutnya adalah perokok pall mall memelihara burung di nomor 6, dan ternyata dia orang inggris karena di slot yang kosong rokok dan hewannya hanya disitu
Langkah terakhir nomor 10 perokok blend tinggal di samping pemilik kucing dan dia juga bertetangga dengan peminum air pada nomor 15. Perokok blends ini tak lain adalah orang denmark, dan peminum air yang memelihara kucing tak lain orang norwegia.
Ternyata orang Jerman yang memelihara Ikan.
Bagaimana Mengerti?
Sumber Disini
Paus atau lodan (khusus yang bergigi dan bukan berukuran kecil) adalah sekelompok mamalia yang hidup di lautan. Sebutan "paus" diberikan pada anggota bangsa Cetacea yang berukuran besar. Meskipun dalam bahasa Indonesia paus sering disebut "ikan paus", paus sebenarnya bukanlah tergolong dalam keluarga ikan. Paus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
* bernapas melalui paru-paru
* mempunyai rambut (sedikit, hampir tidak ada bagi paus dewasa)
* berdarah panas
* mempunyai kelenjar susu
* mempunyai jantung dengan empat ruang
Bahkan, Paus ini dianggap makhluk terbesar di dunia. Panjangnya mencapai lebih dari 33 meter dan massa 181 ton metrik atau lebih, hal ini dipercaya menjadi hewan terbesar yang dimiliki sepanjang hidup.
Perbandingan ukuran Paus dengan manusia dapat agan lihat pada gambar dibawah ini:
Tapi, tahu kah agan Paus saat ini masuk kedalam kategori IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) bahwa Paus termasuk SPESIES TERANCAM
Koran Tempo tanggal 21 Juni 2010 yang isinya kurang lebih:
Komisi Penangkapan Paus Internasional akan bersidang di Rabat, ibu kota Maroko pada akhir Juni ini. komisi ini mengajukan proposal kontroversial yang melegalkan penangkapan paus dengan jumlah terbatas. Padahal sejak 1994 berlaku moratorium setelah terjadi penangkapan besar-besaran atas paus oleh sejumlah negara, seperti Jepang, Islandia, Rusia, dan Korea Selatan. Selain itu, Komisi Penangkapan Paus Internasional mendirikan Southern Ocean Whale Sanctuary.
Proposal terbaru ini menuai kecaman dari aktivis lingkungan. Organisasi WWF meluncurkan laporan bertajuk "Save the Whale, Save the Southern Ocean". "Jika ada satu tempat di dunia di mana paus harus dilindungi, itu adalah sekitar Antartika," kata Wendy Elliot, Manajer Spesies WWF Internasional.
Menurut Wendy, jika populasi paus berkurang di wilayah itu, kita tidak akan melihat lagi paus melintas di perairan Afrika, Oseania, Kepulauan Pasifik, dan Amerika Latin. Laporan WWF menunjukkan bahwa paus di perairan selatan belum pulih dari perburuan besar-besaran pada abad lalu.
Apalagi kini paus menghadapi ancaman baru, seperti perubahan iklim, kapal yang rusak di tengah laut, penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan yang menguras sumber makanan, tersangkut jaring alat tangkap dan akustik, serta polusi zat kimia. Ancaman itu bakal memperlambat reproduksi.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa terpengaruhnya populasi paus berdampak pada produktivitas ekosistem."Secara intrinsik berkaitan dengan siklus karbon dan regulasi iklim global," kata Rob Nicoll, Manajer WWF untuk kawasan Antartika.
Jika Paus Tidak Ada Lagi di Bumi
Belajar Dari Belalang
Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Diperjalanan dia bertemu seekor belalang lain namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu dan bertanya. “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh. Belalang itupun menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah selama ini kau tinggal? Karena semua belalang yang hidup dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”
Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan tidak setinggi belalang lain yang hidup dialam bebas.
Kadang-kadang sebagai manusia, tanpa sadar pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat orang lain yang membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Tidakkah anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa anda bisa”melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau anda mau menyingkirkan kotak itu? Tidakkah anda ingin membebaskan diri agar anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini anda anggap diluar batas kemampuan anda?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila anda telah sampai dipuncak, semua pengrbanan itu pasti akan terbayar. (Dikutip dari Media Informasi dan Komunikasi PERPENSI dan YKP BDN Edisi I 2009)
Belajar Dari Belalang